Perkembangan Game


Game adalah sebuah permainan hiburan berbasis digital yang mengharuskan penggunanya(player) memberi respon atau tindakan pada permainan tersebut. Game pada hakikatnya memerlukan kelincahan intelektual player dalam melakukan tindakan atau aksi yang biasanya untuk mencapai target tertentu. Tergantung jenis gamenya dan tingkatannya, kesulitan yang didapat serta kelincahan intelektual yang dibutuhkanpun harus tinggi dimana kelincahan intelektual yang dimaksud adalah ; kecepatan otak untuk mengidentifikasi, memproses, dan melakukan tindakan; dan kecepatan syaraf motorik menerima dan melakukan tindakan. Game bukan hanya sebagai hiburan tetapi cara menyenangkan untuk melatih otak, refleks dan kreatifitas. Dikarenakan fungsinya itulah, banyak pengembang game berlomba-lomba membuat game yang lebih nyata dan menarik.
Game menurut cara bermainnya terbagi menjadi 2 jenis yaitu :
1.      Game Offline, sebuah game yang bisa dimainkan tanpa perlu menggunakan koneksi internet LAN maupun WAN. Game ini tidak perlu mendownload melalui server, tapi sebagai gantinya game ini harus dibeli di toko game dan lebih menambah keuntungan bagi vendornya.
2.      Game Online, sebuah game yang mengharuskan terkoneksi oleh WAN untuk mendownload game, memperbaharui, maupun memainkannya. Game ini biasanya gratis, hanya fitur-fitur tambahan dalam gamenya yang harus melakukan pembayaran seperti item-item langka atau yang sejenisnya. Game ini juga memungkinkan pemainnya berinteraksi dengan pemain lainnya karena terkoneksi dengan internet.
Game memiliki sejarah yang panjang dan jatuh bangun berulang-kali dalam pembuatannya, berikut sejarah singkat dan jenis-jenis game :

I.                   Sejarah Game
a.       Game generasi pertama
Pada tahun 1972, perusahaan bernama Mgnavox meluncurkan video game pertama, yaitu Odyssey. Saat itu game masih bernama video game karena berupa permainan elektronik yang menampilkan video.


Setelah Odyssey, Magnavox membuat game konsol pertama dengan mengoperasikan Pong. Tidak lama setelah itu, muncullah sebuah game Arcade pertama milik Atari berjudul “Pong” dimana game sederhana itu mengambil konsep permainan tenis. Atari merilis Pong dalam bentuk sebuah mesin ding dong bernama Sears.

b.       Game generasi kedua
Tahun 1976, perusahaan Fairchild membuat VES (Video Entertainment System) atau mesin konsol pertama. VES ini menggunakan kaset magnetik yang disebut cartridge. Setelah VES ini dibuat, perusahaan-perusahaan pembuat game lain mengikuti konsepnya termasuk Atari, Magnavox, dan RCA.




Sekitar tahun 1980, banyak produsen game konsol bermunculan dengan mengambil konsep Atari 2600.


c.       Game generasi ketiga
Tidak lama setelah kejatuhan game konsol, perusahaan bernama Famicom membuat game konsol baru bernama Nintendo Entertaiment Sytem(NES) dan dirilis pada tahun 1983. NES ini mendapat sambutan hangat dengan game legendarisnya yaitu “Super Mario Brother”.


d.       Game generasi keempat
Di tahun 1988,saat NES mendapat kepopuleran yang tinggi, muncullah sebuah perusahaan bernama Sega yang mencoba menyaingi Nintendo dengan Sega Mega Drive..




e.       Game generasi kelima
Disaat SNES(Super Nintendo Entertaiment System) dan Sega saling bertanding, Atari meluncurkan konsol game baru bernama Atari Jaguar. Meskipun memiliki spesifikasi yang lebih tinggi, tetapi penggunannya yang sulit dan perusahaan baru bernama Sony meluncurkan PS atau Playstation yang membuat Atari tertinggal.

f.       Game generasi kelima
Disaat SNES(Super Nintendo Entertaiment System) dan Sega saling bertanding, Atari meluncurkan konsol game baru bernama Atari Jaguar. Meskipun memiliki spesifikasi yang lebih tinggi, tetapi penggunannya yang sulit dan perusahaan baru bernama Sony meluncurkan PS atau Playstation yang membuat Atari tertinggal.

 
g.       Game generasi ketujuh
Setelah belajar dari kegagalan, tahun 2006 Xbox merilis Xbox 360 dengan banyak fitur-fitur yang lebih menarik dan title-title game terkenal. Ditahun yang sama Nintendo juga merilis Nintendo Wii yang dilengkapi “Motion Sensitive” dan membuat PS 3 yang diproduksi oleh Sony yang lebih lambat keluar menjadi kurang menarik, ditambah harga konsol PS 3 yang lebih mahal dari Xbox dan Nintendo membuat penjualan PS 3 jatuh di pasaran.
h.       Game generasi kedelapan
Tahun 2012, Palmer Luckey lewat perusahaan teknologi yang mengembangkan virtual reality, yaitu Oculus VR, mengenalkan Oculus Rift. Setelah Oculus Rift diluncurkan, teknologi VR mulai berkembang dan telah banyak perusahaan yang membuat dan mengembangkan game berbasis virtual reality. Game VR ini memberi pemainnya sensasi menjadi karakter yang dimainkan dengan memasukkan sensor gerak pada pemain dan feedback yang sesuai dengan situasi yang dialami. 

Referensi :

 

















Share this

Related Posts

Previous
Next Post »